Bavetline – Bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa masturbasi atau onani banyak dilakukan baik pria maupun wanita. Tidak hanya itu, banyak yang mengungkapkan bahwa kebiasaan masturbasi termasuk tindakan yang normal. Akan tetapi tak jarang yang mengatakan hal tersebut juga tidak baik. Pasalnya, hal ini dianggap ‘biasa’ karena dorongan hormon testosterone yang sedang aktif pada umur 17 sampai 20 tahun. Namun, pendapat dari sebagian dokter dan ahli mengatakan bahwa masturbasi masuk ke dalam kategori safesex , dengan catatan harus dilakukan dengan benar, tidak menimbulkan masalah dengan kesehatan serta tidak terlalu sering atau kecanduan untuk melakukannya. Yang menjadi masalah jika sudah kecanduan untuk melakukan masturbasi, tentunya akan berdampak negatif, baik dari segi kesehatan maupun perilaku. Lantas, bagaimana cara melihat bahwa seseorang telah kecanduan masturbasi atau onani?

Terobsesi – Seperti orang yang terobsesi dengan makanan, maka orang yang terobsesi melakukan onani tidak bisa menghilangkan pikiran untuk melakukan onani dari pikirannya.Setiap ada kesempatan atau waktu luang, atau jika melihat sesuatu yang menggairahkan, maka pikirannya selalu mencari cara untuk melakukan masturbasi.

Sperma Keluar dengan Sendirinya – Bagi Anda yang sudah kecanduan masturbasi, akan sulit untuk menahan agar tidak melakukannya. Hal tersebut bisa mengakibatkan sperma keluar sendiri tanpa benar-benar melakukan masturbasi, dan kasus tersebut sangatlah berbahaya atau bisa dibilang sudah kronis.

Mudah Emosi – Seperti yang kita tahu, bahwa emosi seseorang memang tidak mudah diprediksi. Namun, emosi ternyata menjadi salah satu penyaluran yang umum seseorang untuk melakukan masturbasi. Nah, jika Anda adalah orang yang sering menjadikan masturbasi sebagai pelampiasan emosi, bisa jadi Anda telah kecanduan masturbasi.

Timbul Rasa Malu – Tampaknya adalah menurunnya tingkat kepercayaan diri dan malu saat berada di lingkungan sosial.Penampakan psikis seperti ini umumnya hanya dirasakan oleh orang yang melakukan onani terlalu sering.

Timbul Rasa Sakit Pada Kelamin – Tidak hanya masalah psikis, kegiatan masturbasi terlalu sering otomatis akan melibatkan stimulasi yang intens pada area kelamin. Tidak hanya itu, kerusakan pada jaringan juga akan terjadi jika terus-menerus dirangsang, sehingga berakibat pada timbulnya lecet dan yang paling mengerikan adalah pembulu darah menjadi rusak. Jika hal-hal tersebut mulai terjadi, berarti Anda sudah masuk dalam kategori sangat sering melakukan masturbasi. Tidak hanya masalah psikis, kegiatan masturbasi terlalu sering otomatis akan melibatkan stimulasi yang intens pada area kelamin. Tidak hanya itu, kerusakan pada jaringan juga akan terjadi jika terus-menerus dirangsang, sehingga berakibat pada timbulnya lecet dan yang paling mengerikan adalah pembulu darah menjadi rusak. Jika hal-hal tersebut mulai terjadi, berarti Anda sudah masuk dalam kategori sangat sering melakukan masturbasi.
( dk’zaL )